Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Tetanus

Pendahuluan
Penyakit tetanus merupakan salah satu infeksi yang berbahaya karena mempengaruhi sistem urat saraf dan otot. Kata tetanus diambil dari bahasa Yunani yaitu tetanus dari teinein yang berarti menegang. Penyakit ini adalah penyakit infeksi di mana spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang dan spasme dan paralisis pernapasan. Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid). Kitasato merupakan orang pertama yang berhasil mengisolasi organisme dari korban manusia yang terkena tetanus dan juga melaporkan bahwa toksinnya dapat dinetralisasi dengan antibodi yang spesifik.Tetanus adalah penyakit dengan tanda utama kekakuan otot (spasme) tanpa disertai gangguan kesadaran.      Tetanus…

Parkinson's Disease

Th 1817 ® Dr. James Parkinson mempublikasikan kasus pasien yang mengalami “shaking palsy” (shake = gemetar, palsy = kelumpuhan), Sejak saat itu ®muncul istilah Parkinsonism ®menggambarkan gejala klinik yang ditandai dgn : gemetar, kekakuan, bradikinesia, dan instabilitas postural. Banyak orang yang takut dengan kenyataan bertambahnya usia setiap saat. Penyakit Parkinson merupakan penyakit yang sering diderita lansia. Penyakit yang ditemukan James Parkinson pada tahun 1817 itu bisa menyerang siapa saja. Umumnya, penderita terkena parkinson pada usia 40-70 tahun.  Di Amerika Serikat, ada sekitar 500.000 penderita parkinson. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 200.000-400.000 penderita. Penyakit parkinson bersifat kronis dan progresif, yaitu muncul secara perlahan dan bertahap. Gejala utamanya berupa gangguan motorik karena berkurangnya kadar zat pengantar saraf, yaitu dopamin sebagai modulator pengatur gerakan. Gejala khas parkinson di antaranya, tangan sering gemetar. Geraka…

Mioma Uteri

Mioma uteri dikenal juga dengan sebutan fibromioma, fibroid ataupun leiomioma merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpanginya.Sering ditemukan pada wanita usia reproduksi (20-25%), dimana prevalensi mioma uteri meningkat lebih dari 70% dengan pemeriksaan patologi anatomi uterus, membuktikan banyak wanita yang menderita mioma uteri asimptomatik. Walaupun jarang terjadi mioma uteri biasa berubah menjadi malignansi (<1%). Gejala mioma uteri secara medis dan sosial cukup meningkatkan morbiditas, disini termasuk menoragia, ketidaknyamanan daerah pelvis, dan disfungsi reproduksi.Kejadiannya lebih tinggi pada usia di atas 35 tahun, yaitu mendekati angka 40 %. Tingginya kejadian mioma uteri antara usia 35-50 tahun, menunjukkan adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen. Mioma uteri dilaporkan belum pernah terjadi sebelum menarke dan menopause. Di Indonesia angka kejadian mioma uteri ditemukan 2,39%-11,87% dari semua penderita gineko…